ALAN ASTRO – Beberapa kali dalam setahun, ratusan bola api langit (celestial fireball) menerangi langit malam, sebagaimana yang dikenal sebagai hujan meteor (meteor shower).

Dilansir dalam situs Daily Mail, terdapat 2 meteor shower untuk pekan yang akan datang. Pertama, hujan meteor Delta Aquarids akan terjadi pada 28-29 Juli 2016 ini. Titik radian berada di konstelasi Aquarius. Sedangkan yang kedua, hujan meteor Perseids akan terjadi pada bulan Agustus. Titik radian berada di konstelasi Perseus.

Kapasitas akan mencapai 200 meteor per jam untuk hujan meteor perseids. Hal ini, merupakan kapasitas terbanyak dari sejak tahun 2009. Hujan meteor perseids berasal dari sisa komet Swift-Tuttle.

Dalam mengamati kedua hujan meteor tersebut, dapat dilakukan dengan mata telanjang. Bahkan hal tersebut direkomendasikan. Karena dengan penggunaan sebuah alat optik berupa teleskop, akan sulit dilihat akibat kecepatan hujan meteor yang singkat dan cepat.

Menurut Science Alert, Delta Aquarids akan paling terlihat di belahan bumi selatan, namun orang-orang di belahan bumi utara juga dapat melihatnya.

Melihat meteor shower akan sangat tergantung pada lokasi anda, meskipun hal itu waktu terbaik untuk menonton langit malam. Karena, meteor bisa sangat samar. Yang terbaik adalah bebas dari polusi cahaya (Light Pollution).

Jika anda tidak dapat melihat meteor sendiri, terdapat kabar baik, dimana sebuah observatorium online bernama Slooh di Pulau Canari, akan streaming hujan meteor tersebut.

Hujan meteor terjadi ketika komet mendekati matahari dan menghasilkan puing-puing (debris) meteoroid, yang tersebar di sekitar orbit komet. Bumi mengalami hujan meteor ketika orbit bumi bertepatan dengan komet.

Meteoroid menciptakan hujan meteor semua bergerak di jalur paralel,dengan kecepatan yang sama. Mereka tampak berasal dari satu titik di langit untuk pengamat di Bumi. Titik tersebut dikenal sebagai titik radian (Radiant Point).

Iklan