ALAN ASTRO – Apa yang terdapat dalam benak kalian ketika mendengar kata “Portal Dimensi”? Apa maksud dari portal dimensi di Alam Semesta? Apakah hal tersebut ada, di Alam Semesta?

Berasal dari buku berjudul “Parallel Worlds : A Journey Through Creation, Higher Dimensions,_and The Future of The Cosmos” karya Prof. Michio Kaku, portal dimensi merupakan sebuah alat atau gerbang yang menghubungkan dimensi satu ke dimensi lainnya. Portal dimensi masih berupa hipotesis dan tidak terlepas dengan relativitas umum.

Portal dimensi berhubungan erat dengan Black Hole, Worm Hole dan White Hole secara teori. Faktanya, Black Hole sudah bisa ditemukan oleh para astronom, sedangkan worm hole dan white hole masih berupa hipotesis, yang terus dieksplorasi.

Berbeda dengan Black Hole, prilaku White Hole sendiri melontarkan materi (kebalikan Black Hole). Sedangkan worm hole, merupakan alat penghubung Black hole dengan white hole. Matematikawan menyebutkan worm hole sebagai Multiply Connected Space. 

Kegembiraan para matematikawan akan fakta bahwa mereka telah  menemukan sebuah objek yang sama sekali tak berguna dalam menggambarkan  ruang. Tapi pada 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen,  memperkenalkan Worm Hole ke dalam dunia fisika. Mereka mencoba menggunakan  solusi  black  hole  tersebut  sebagai  model  untuk  partikel  unsur.

Lantas, bagaimana relasinya dengan portal dimensi ? Jika eksistensi Worm Hole telah diketahui secara fakta, maka manefestasi dari itu adalah portal dimensi.

Apa hipotesis selanjutnya, jika portal dimensi di Alam Semesta itu ada ? Jawabannya adalah Multiuniverse (Banyak Alam Semesta), merujuk pada portal dimensi interuniverse.

Hipotesis pada portal dimensi di Alam Semesta itu, terbagi menjadi dua yakni portal dimensi intrauniverse dan portal dimensi interuniverse.

Portal dimensi intrauniverse ialah portal dimensi yang menghubungkan kedua tempat pada Alam Semesta yang sama. Sedangkan dimensi interuniverse ialah portal dimensi yang menguhubungkan kedua tempat pada Alam Semesta yang berbeda.

Pertanyaanpun kembali muncul. Jika portal dimensi telah ada, apa hipotesis selanjutnya ? Jawabannya adalah time travel.

Apa itu time travel ? sebuah konsep berjalan maju atau mundur ke titik berbeda dalam waktu, mirip seperti kita bergerak dalam ruang.

Dalam fisika, time travel berhubungan pula dengan relativitas khusus Albert Einstein,  secara eksplisit memperbolehkan sejenis dilasi waktu yang secara biasa disebut perjalanan waktu. Teori ini mengungkapkan bahwa bagi seorang pengamat yang diam secara relatif, waktu kelihatannya berjalan lebih lambat bagi sebuah objek yang bergerak dengan lebih cepat.

Terdapat tiga asas yang melandasi relativitas khusus, yaitu :

  1. Asas nol (asas perpadanan/korespondensi) : untuk setiap gerakan berkelajuan rendah (momentum rendah), kosnep-konsep dan hukum-hukum relativistic yang harus muncul harus sesuai dengan konsep-konsep yang teladh ada dalam teori Newton.
  2. Asas pertama : semua hukum alam bersifat tetap bentuknya (kovarian) terhdapa perpindahan peninjauan dari kerangka inersial satu ke kerangka inersial lain.
  3. Asas kedua : laju maksimal yang dimiliki oleh isyarat, tidak bergantung (invariant) dari kerangka acuan inersial yang digunakan.

Dalam hal lain, aplikasi dari teori dilatasi waktu, diantaranya adalah twin paradoks alias paradoks kembar.

Paradoks ialah pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

Dalam fisika, paradoks kembar merupakan eksperimen bayangan  dalam  relativitas khusus, dimana seorang dari dua orang saudara kembar yang melakukan perjalanan dengan roket kecepatan tinggi dan kemudian kembali lagi ke bumi akan menemukan bahwa saudara kembarnya yang tetap di bumi lebih tua dari dirinya sendiri.

Efek ini telah dibuktikan pada eksperimen Hafele-Keating, menggunakan jam yang diletakkan pada pesawat terbang dan membandingkannya dengan jam yang tetap di bumi.

Stephen Hawking pernah berkata bahwa ketiadaan wisawatan atau turis dari masa depan yang menjenguk kita merupakan sebuah argumentasi yang kuat dalam menentang adanya fenomena ini. Argumentasinya ini merupakan sebuah variasi dari paradox Fermi, yang menentang akan adanya mahluk luar angkasa. Namun di sisi lain, asumsi bahwa perjalanan waktu itu mustahil merupakan hal yang menarik pula bagi para fisikawan karena ini menimbulkan pertanyaan mengapa tidak dan hukum fisika apa yang tidak memperbolehkannya.

Berikut video terkait Black Hole, Worm Hole dan White Hole dalam terjemahan bahasa Inggris.

Iklan